Sukses Mahasiswa PLP Prodi Manajemen Pendidikan Islam dalam Mendirikan Radio Digital di SMA Islamiyah: Membangun Kreativitas dan Menghidupkan Kembali Cerita Rakyat.

SMA Islamiyah Tambak kini memiliki program baru yang inovatif, yaitu Islamian Radio, sebuah radio digital yang didirikan atas inisiatif mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Prodi Manajemen Pendidikan STAI Hasan Jufri Bawean. Pendirian radio ini berawal dari diskusi program kerja antara kepala sekolah dan mahasiswa PLP di hari pertama, di mana kepala sekolah Bapak Saiful Ahzan,S.Sos.  mengungkapkan keinginannya untuk mendirikan radio sekolah, namun terkendala masalah teknologi informasi. Untuk menjawab tantangan ini, mahasiswa PLP kelompok 4 yang terdiri dari Nur Suntin, Sitti Nurhalizah, dan Ayuan Veronica segera merancang dan merealisasikan ide tersebut dengan melibatkan guru TIK, Bapak Ari Putra Utama, S.Kom., dan Dosen Pendamping Ibu Defi Dachlian Nurdiana, M.Si.  dalam proses pengembangan. 

Membangun Program Siaran yang Kreatif

Sebagai koordinator PLP, Nur Suntin bersama dua anggotanya berkolaborasi untuk menyusun program siaran yang melibatkan siswa dalam dunia penyiaran. Islamian Radio bertujuan untuk melatih keterampilan berbicara siswa, meningkatkan kepercayaan diri mereka, serta memperkenalkan mereka pada dunia penyiaran. Tidak hanya terbatas pada proses belajar-mengajar, mahasiswa PLP juga melibatkan diri sebagai tamu dalam acara podcast untuk berbagi pengalaman dan memberikan wawasan tentang dunia siaran kepada siswa.

Selain itu, mereka mengembangkan aplikasi Noice untuk mempermudah pendengar mengakses siaran radio digital ini. Untuk mendukung program tersebut, mahasiswa PLP juga merancang pamflet promosi yang bertujuan untuk menarik minat lebih banyak siswa dan masyarakat umum dalam mengikuti acara-acara siaran yang telah direncanakan.

Peran Penting Guru TIK dalam Pengembangan Radio Digital

Bapak Ari Putra Utama, S.Kom., sebagai guru TIK di SMA Islamiyah, berperan penting dalam pengembangan Islamian Radio. Beliau tidak hanya memberikan masukan tentang teknis editing, tetapi juga menyarankan agar hasil siaran radio diunggah ke kanal YouTube Islamiyah untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Inovasi ini semakin mengukuhkan tujuan radio sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh siapa saja. Siaran Perdana dan Program yang Mengangkat Cerita Rakyat Islamian Radio memulai siarannya pada 23 Januari 2025 dengan tema Isra’ Mi’raj, yang merupakan siaran pertama yang sangat dinantikan oleh siswa dan masyarakat. Siaran kedua, yang berlangsung pada 1 Februari 2025, mengangkat tema Jherat Lanjheng, diikuti oleh siaran ketiga pada 6 Februari 2025 dengan tema Danau Kastoba, dan siaran keempat pada 15 Februari 2025 yang membahas Pulau Noko.

Melalui program-program ini, mahasiswa PLP kelompok 4 tidak hanya memberikan informasi edukatif, tetapi juga berupaya untuk menghidupkan kembali cerita-cerita rakyat Bawean yang semakin terlupakan oleh generasi muda. Melalui media radio, mereka berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya yang ada.

Inovasi untuk Masa Depan: Podcast dan Live Streaming

Sebagai langkah berikutnya, mahasiswa PLP berencana untuk mengembangkan Islamian Radio menjadi podcast dengan siaran live streaming di platform TikTok. Saran ini disampaikan oleh Bapak Ari sebagai inovasi agar radio ini tidak hanya menjadi sarana kreativitas siswa, tetapi juga dapat menjadi peluang pemasaran bagi sekolah dan sumber pendapatan tambahan. Membangun Keterampilan Siswa dan Melestarikan Budaya, Islamian Radio bukan hanya sekadar proyek teknologi atau media informasi, tetapi juga sebuah wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan komunikasi dan kepemimpinan mereka. Ke depan, program ini diharapkan dapat berkembang menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran yang lebih inovatif di SMA Islamiyah. Melalui Islamian Radio, mahasiswa PLP kelompok 4 telah menunjukkan betapa pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya daerah dan mengembangkan kreativitas mereka dalam bidang penyiaran. Program ini menginspirasi banyak pihak, baik siswa maupun masyarakat, untuk lebih mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara. Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk pendidikan dan pelestarian budaya.