Kaprodi MPI dari Masa ke Masa: Jejak Kepemimpinan Program Studi sejak MPI STAIHA Bawean hingga MPI FAKTA INHAFI Bawean

INHAFI Bawean – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) telah menjadi salah satu prodi di INHAFI Bawean, yang telah mencetak kader-kader pendidikan yang mumpuni dan adaptif terhadap dinamika zaman. Sejak berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Hasan Jufri (STAIHA) Bawean hingga transformasinya menjadi Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean, tongkat estafet kepemimpinan Ketua Program Studi MPI terus bergulir, membawa perubahan dan kemajuan yang signifikan di setiap masanya.

Era Perintisan Awal: Zulfa Usman, S.Pd., MM (2010–2011)

Sebagai Kaprodi MPI pertama sekaligus salah satu anggota Tim Pendirian STAIHA Bawean, Zulfa Usman, S.Pd., MM memiliki peran monumental dalam membangun dasar kelembagaan prodi MPI. Ia turut merumuskan arah awal pengembangan akademik serta meneguhkan posisi MPI sebagai bagian penting dari fakultas tarbiyah. Meski masa jabatannya relatif singkat, kontribusinya menjadi pijakan berharga bagi perjalanan panjang prodi MPI.

Era Penguatan Fondasi: Drs. Kholisun, M.Pd.I (2011–2017)

Melanjutkan tongkat kepemimpinan, sebagai Kaprodi MPI kedua, Drs. Kholisun, M.Pd.I menata struktur kurikulum, memperluas jejaring kemitraan, serta menghidupkan tradisi akademik di kalangan mahasiswa. Era ini menjadi fase penguatan identitas kelembagaan MPI dan membangun reputasi awalnya di tengah masyarakat akademik.

Era Penguatan dan Inovasi: Defi Dachlian Nurdiana, M.Si (2017–2020)

Melanjutkan tongkat estafet, Defi Dachlian Nurdiana, M.Si menghadirkan nuansa akademik yang lebih progresif. Dengan pendekatan yang lebih inovatif, ia mendorong integrasi teknologi dalam proses pembelajaran serta memperkuat tata kelola prodi. Di bawah arahannya, MPI semakin dikenal luas di kalangan masyarakat akademik lokal.

Era Transisi Institusional: Muwafiqus Shobri, M.Pd.I (2020–2025)

Kepemimpinan Muwafiqus Shobri, M.Pd.I menandai fase penting dalam sejarah MPI, yakni di akhir masa jabatannya terjadi masa transisi dari STAIHA menuju INHAFI Bawean. Sehingga kini Beliau diamanahi menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah (Periode 2025-2030). Peralihan kelembagaan yang resmi dimulai pada 23 Januari 2025 ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dalam pengembangan mutu akademik. Ia turut mengawal reformasi kurikulum serta adaptasi terhadap standar perguruan tinggi berbasis institut.

Era Konsolidasi dan Visi Baru: Aisyah Dana Luwihta, M.Pd.I (2025–2030)

Mengemban amanah di era baru INHAFI Bawean, Aisyah Dana Luwihta, M.Pd.I menjadi Kaprodi kelima Prodi MPI Fakultas Tarbiyah IAI Hasan Jufri Bawean yang sekaligus menjadi simbol generasi penerus dengan visi segar. Masa kepemimpinannya diharapkan mampu mengonsolidasikan capaian sebelumnya, memperluas jejaring akademik, serta melahirkan inovasi strategis yang mampu membawa MPI menjadi program studi unggulan di tingkat regional bahkan nasional.

Dari STAIHA ke INHAFI: Melintasi Waktu, Menjaga Marwah Ilmu

Pergantian kepemimpinan dari masa ke masa bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari dinamika institusi yang terus tumbuh. Setiap Kaprodi telah memberikan kontribusi terbaiknya dalam membentuk arah dan wajah MPI. Kini, dengan status baru sebagai institut, INHAFI Bawean berdiri di atas fondasi kuat yang telah dibangun oleh para pemimpin terdahulu, siap menatap masa depan dengan semangat transformasi dan dedikasi yang tinggi. (adm)